Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

3 Kisah Inspiratif Nabi Muhammad SAW yang Paling Populer dan Wajib Kita Teladani


Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan merupakan nabi akhir zaman. Beliau diberi mukjizat Al-Qur'an. Nabi selalu berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam. 

Banyak sekali kisah-kisah Nabi Muhammad SAW. yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Kisah-kisah ini sering kali menjadi inspirasi untuk umatnya agar selalu tegar menghadapi ujian dan cobaan dunia. Banyak makna yang dapat diambil dari perjalanan hidup beliau. Seperti pada artikel kali ini yang akan memaparkan kisah-kisah inspiratif Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad

1. Nabi Muhammad dan Pengemis Yahudi Buta



Di sudut pasar Madinah Al-Munawwarah, hiduplah seorang pengemis Yahudi yang buta. Hari demi hari, apabila ada orang yang mendekatinya, ia selalu berkata, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad. Ia itu orang gila, pembohong, tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya."
Sementara, setiap pagi Rasulullah Saw. mendatanginya dengan membawa makanan. Dan, tanpa berkata sepatah kata pun, beliau menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah Saw. melakukannya hingga menjelang beliau wafat. Rasulullah Saw. tak tersinggung, marah, bahkan selalu memaafkan apa yang dikatakan pengemis buta itu. Buktinya, meski sering dianggap sebagai orang gila atau penyihir, beliau tetap saja datang dan membawa makanan bagi pengemis itu.

Setelah Rasulullah Saw. wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari, Abu Bakar Ash-Shiddiq berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah Ra. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku, adakah sunah kekasihku yang belum aku kerjakan?",

Aisyah Ra. menjawab pertanyaan ayahnya, 
“Ayah, engkau adalah seorang ahli sunah. Hampir tidak ada Satu sunah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.”

"Apakah itu?" tanya Abu Bakar.
"Setiap pagi, Rasulullah Saw. selalu pergi ke ujung Pasar dengan membawakan makanan untuk seorang Pengemis Yahudi buta yang berada di sana," kata Aisyah Ra.

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan tersebut kepadanya.
Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak,

"Siapakah kamu?"
"Aku orang yang biasa," jawab Abu Bakar.
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," jawab si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu.”

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah Saw."

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, ia pun menangis dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini, aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Ia selalu memaafkanku dan selalu mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Ia begitu mulia."
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar.

Pelajaran yang dapat diambil yakni sifat pemaaf akan menjadikan seseorang tidak berkutat untuk sekadar mengurusi kesalahan orang lain. Sifat pemaaf akan membuat kehidupan terus berjalan di dalam kedamaian. Karena itu, maafkan dan minta maaflah! Sebab, keduanya merupakan tindakan yang begitu mulia.


2. Nabi Muhammad dan Wanita Tua


Seorang wanita tua sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tidak berapa lama kemudian, seorang laki-laki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanita tua itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.

"Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya," kata wanita itu.

Ternyata, ia adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa berkata apa-apa. Suatu saat, ia berkata pada laki-laki tersebut, 
"Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apa pun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi, sekali lagi, jangan berbicara apa pun tentang Muhammad!"

Wanita itu lalu melanjutkan lagi, 
“Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya ke mana pun saya pergi. Ia berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba ia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa Tuhan itu satu."

"Ia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan para budak. Orang-orang itu berpikir bahwa mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya”,

Wanita itu melanjutkan dengan kesal. 
"Ia merusak pikiran anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran. Ia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi, anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad!"

Tidak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih.
"Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyumanmu itu sangat jarang saya temui. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat, Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya, Kalau kamu lakukan itu kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah."

Pada saat laki-laki itu berjalan pergi wanita itu menghentikannya, "Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?"

Lalu, laki-laki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati.
“Maaf, apa yang kamu katakan? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua. Terkadang, saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”
"Saya Muhammad," laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu.

Wanita itu terpaku memandang Nabi Muhammad Saw. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya."

Pelajaran yang dapat kita ambil yakni, dengan sifat pemaaf dan kerendahhatiannya, Rasulullah Saw. sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya. Semua terjadi hanya dalam waktu yang sangat singkat.


3. Nabi Muhammad SAW dan Fatimah Az-zahra


Rasa terima kasih juga dapat diwujudkan dalam perbuatan dan pengabdian. Seorang suami yang memperlakukan istrinya dengan baik adalah wujud dari rasa terima kasih. Seorang istri yang mengabdi serta mengerjakan pekerjaan rumah tangganya dengan baik juga adalah bagian dari rasa terima kasih. Itulah yang terjadi pada putri Rasulullah Saw., Fatimah Az-zahra.
Suatu hari, masuklah Rasulullah Saw. menemui putrinya itu. Beliau mendapati putrinya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis, Rasulullah Saw. bertanya, "Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Fatimah? Semoga Allah Swt. tidak menyebabkan matamu menangis."
Fatimah berkata, "Ayahanda, penggilingan dan urusan rumah tanggalah yang menyebabkan ananda menangis."
Lalu, duduklah Rasulullah Saw. di Sisi putrinya itu. Fatimah melanjutkan perkataannya, "Ayahanda, sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah (pembantu) untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?"
Mendengar perkataan Fatimah itu, bangunlah Rasulullah Saw. mendekati penggilingan itu€ Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya dibacakan, "Bismillaahir rahmaanir rahiim."

Dengan izin Allah, penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya. Rasulullah Saw. meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya, sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya
seraya bertasbih kepada Allah Swt. dalam berbagai bahasa, sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah Saw. berkata kepada penggilingan itu,
"Berhentilah berputar dengan izin Allah Swt."

Penggilingan itu pun berhenti berputar. Dan, dengan izin Allah Swt. pula, penggilingan itu berkata-kata dalam bahasa Arab yang fasih, 

"Ya Rasulullah Saw., demi Allah Tuhan yang telah menjadikan Baginda dengan kebenaran sebagai nabi dan rasu1-Nya, kalaulah Baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyrik dan Magrib pun, niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya, hamba telah mendengar dalam kitab Allah Swt. suatu ayat yang berbunyi, 'Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan.' Hamba takut, ya Rasulullah, kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka."

Rasulullah Saw. kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "Bergembiralah! Sebab, engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah Az-zahra di dalam surga".
Maka, bergembiralah penggilingan batu itu mendengar perkataan Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw. berkata kepada putrinya, "Jika Allah Swt. menghendaki, wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi, Allah Swt. menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Wahai Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah Swt. menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat".

"Wahai Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah Swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka, maka Allah Swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Wahai Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya, maka Allah Swt. akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar pada hari kiamat.

"Wahai Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu, tidaklah akan aku doakan kamu.

Tidaklah engkau ketahui, wahai Fatimah, bahwa ridha
suami itu adalah Allah Swt. dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah Swt.? Wahai Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya dan Allah Swt. akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan, maka Allah Swt. mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah, yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya. Dan, apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikit pun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga. Tak hanya itu, Allah Swt. akan mengaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristigfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

"Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar, maka Allah Swt. akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah Swt. akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Wahai Fatimah, perempuan mana yang tersenyum di hadapan suaminya, maka Allah Swt. akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Wahai Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati, maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), 'Teruskanlah amalmu, maka Allah Swt. telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.”

"Wahai Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut suaminya dan janggutnya dan memotong kumisnya serta menggunting kakunya, maka Allah Swt. akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga dan Allah Swt. akan meringankan sakaratul mautnya, dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, seta Allah Swt. akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian shirat."

Pelajaran yang dapat diambil yakni Kita mungkin tidak bisa sama persis melakukan semua perbuatan-perbuatan, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah tadi. Akan tetapi, kita dapat mengambil spiritnya, yakni memperlakukan suami dengan baik sebagai bentuk bakti dan terima kasih kita kepadanya. Begitu pun sebaliknya. Suami harus menunjukkan rasa terima kasihnya kepada istri dengan perlakuan yang baik. Sebab, Rasulullah Saw. bersabda bahwa sebaik-baik suami adalah suami yang bersikap baik bagi istrinya.

Nah itulah kisah Nabi Muhammad SAW yang dapat kita teladani dan dapat kita contoh untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Mempelajari dan mencontoh Nabi berarti sama saja dengan mengikuti Nabi. Semoga saja kita semua menjadi orang yang baik dan ditakdirkan bertemu nabi di akhirat kelak. Amiin Allahuma ammiinn.

Post a Comment for "3 Kisah Inspiratif Nabi Muhammad SAW yang Paling Populer dan Wajib Kita Teladani"