Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Jenis-jenis Kalimat yang Digunakan pada Puisi Rakyat

Jenis-jenis Kalimat yang Digunakan pada Puisi Rakyat

jafarull afan bahasa indonesia, jenis jenis kalimat yang digunakan pada puisi rakyat.
jenis-jenis kalimat
Dalam puisi rakyat, terdapat penggunaan bahasa atau kalimat yang memberikan kesan lebih dalam dan bermakna. Kalimat-kalimat tersebut antara lain sebagai berikut.

1.    Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi maksud tertentu yang mengharapkan penerima perintah melakukan suatu tindakan.

Contoh:

  • Buanglah sampah itu
  • pergi dari sini
  • Antarkan aku ke Jakarta

2.    Kalimat saran

Kalimat saran adalah kalimat yang berisi nasihat kepada orang lain agar mendapatkan sebuah kebaikan atau pencerahan. Biasanya ditandai dengan kata sebaiknya dan seyogyanya.

Contoh:

  • Sebaiknya kamu cepat pulang ke rumah, agar ibumu tidak marah.
  • Sebaiknya kamu pakai jam tangan agar kelihatan keren.
  • Seyogyanya pemimpin mau mengerti rakyatnya.

3.    Kalimat ajakan

Kalimat ajakan adalah kalimat yang digunakan untuk mengajak seseorang agar mengikuti apa yang kita lakukan. Kalimat ajakan ditandai dengan kata ayo dan mari.

Contoh:

  • Marilah kita ke masjid
  • Ayo salat berjamaah di masjid
  • Ayo kita buka puasa bersama.

4.    Kalimat seru

Kalimat seru merupakan kalimat yang mengungkapkan perasaan seseorang, seperti kagum, heran, senang, dan sedih. Kalimat seru ditandai dengan kata alangkah, betapa, dan bukan main.

Contoh:

  • Alangkah indahnya Gunung itu.
  • Betapa indahnya ciptaanMu ya rob!
  • Bukan main roti ini sangat enak!

5.    Kalimat larangan

Kalimat larangan adalah kalimat yang berisi larangan agar orang lain tidak melakukan suatu tindakan. Kalimat ini ditandai dengan kata Jangan.

Contoh:

  • Janganlah membuang sampah sembarangan.
  • Jangan tinggalkan salat.
  • Jangan kau pergi dariku.

Kata penghubung yang sering digunakan pada puisi rakyat

Kata penghubung tujuan

Kata penghubung tujuan adalah kata penghubung berupa modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu tindakan. Biasanya ditandai dengan kata supaya, untuk, agar, dan guna.

Kata penghubung sebab (kausal)

Kata penghubung sebab yaitu kata yang menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi atas sebab tertentu. Biasanya ditandai dengan kata sebab, sebab itu, karena, dan oleh karena itu.

Kata penghubung akibat

Kata penghubung akibat merupakan kata yang menggambarkan suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab peristiwa lain. Konjungsi yang dipakai adalah sehingga, sampai, dan akibatnya.

Kata penghubung syarat

Kata penghubung syarat adalah kata yang menjelaskan suau hal bias terpenuhi apabila syarat yang ada dipenuhi, atau dijalankan. Biasanya kata yang digunakan adalah jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau, dan bilamana.

Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu subjek dan satu predikat.

Contoh:

  • Saya makan

Kalimat majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek atau predikat. Kalimat majemuk terjadi dari penggabungan dua kalimat dasar atau lebih.

Jenis Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara/sederajat.

Kalimat majemuk hubungan syarat

Biasanya ditandai dengan kata jika, seandainya, asalkan,apabila, andaikan

Contoh : 

  • Jika hidup bermalas-malasan, masa depan akan suram.

Kalimat majemuk hubungan tujuan

Biasanya ditandai dengan kata agar, supaya, biar.

Contoh : 

  • Agar hidup tercapai tujuan, hendaklah kita rajin belajar.

Kalimat majemuk konsensip

Biasanya ditandai dengan kata walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun

Contoh : 

  • Walaupun belajar banyak godaan, tetaplah teguh mengejar impian.

Kalimat majemuk hubungan penyebaban

Biasanya itandai dengan kata sebab, karena, oleh karena

Contoh : 

  • Hari ini aku bersedih karena ditinggalkan oleh doi.
  • Hari ini aku bersedih karena berpisah dengan orang tuaku.

Kalimat majemuk hubungan perbandingan

Ditandai dengan: ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, lebih baik.

Contoh : 

  • Menulis di malam hari seperti mendaki gunung.
  • Berjalan di padang pasir seperti bernafas di dalam air

Kalimat majemuk hubungan akibat

Kalimat ini ditandai dengan kata sehingga, sampai-sampai, maka

Contoh :

  • Dian belajar begitu keras sehingga dapat memenangi olimpiade itu.

Kalimat majemuk hubungan cara

Berisi tentang suatu cara agar mendapatkan sesuatu yang lebih besar.

Contoh : 

  • Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk hidup
  • Dengan berpikir cermat generasi muda menggapai asa.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang jenis kalimat yang biasa digunakan pada Puisi Rakyat. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan sobat semua, terima kasih sudah berkunjung dan membaca.

Post a Comment for "Jenis-jenis Kalimat yang Digunakan pada Puisi Rakyat"