Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks: Pengertian, Ciri-ciri, Perbedaan, Contoh

Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks

Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks:
Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks

Pengertian Kalimat Simpleks

Kalimat simpleks bisa dikatakan sebagai kalimat tunggal, yakni kalimat yang cuman terdiri dari satu klausa atau satu susunan predikat. Unsur pokok (bagian pokok) pada sebuah kalimat simpleks cuman berisi satu info, yang diikuti adanya peranan predikat. Kalimat simpleks ialah kalimat yang tercipta dari 1 klausa lengkap. Klausa ialah satuan gramatikal yang berwujud paduan kata, sekurangnya mempunyai subyek dan predikat, dan mempunyai potensi jadi kalimat (Harimurti, 1999: 172).

Kalimat ini biasanya memiliki pola :

S-P , S-P-O , S-P-O-K , S-P-O-K-Pel

Contoh :

Pina bersihkan meja di ruangan tamu

S            P            O                K

kalimat di atas memiliki kandungan pola S-P-O-K

Nisa menyirami bunga 

  S            P             O

kalimat di atas memiliki kandungan pola S-P-O

Beberapa ciri kalimat simpleks

  • Susunan pada kalimatnya sangat sederhana.
  • Pada kalimat simpleks tidak ada kata penghubung.
  • Sebagai satu kalimat yang tunggal.
  • Memiliki satu proses khusus,
  • Mempunyai satu peristiwa / kejadian,
  • Kalimat simpleks atau kalimat tunggal terdiri dari satu klausa lengkap. Satu klausa lengkap mempunyai pola S-P, S-P-O, S-P-O-K, S-P-O-K-Pel.
  • Susunan kalimat simpleks simpel dan tidak memakai kata konjungsi atau penyambung.
  • Kalimat simpleks mempunyai satu kejadian atau peristiwa.
  • Kalimat simpleks mempunyai 2 skema, yakni seperti pada gambar berikut:
pola kalimat simpleks
pola kalimat simpleks

Kalimat kompleks

Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang tersusun atas klausa klausa subordinatif utama. Klausa utama ialah induk kalimat, yang dituruti oleh anak klausa subordinatif atau kalimat. Klausa utama bisa menjadi satu kalimat utuh, tapi klausa subordinatif membutuhkan klausa utama agar jadi kalimat yang padu. Jalinan di antara klausa utama dan klausa subordinatif dalam kalimat kompleks tidak setingkat.

Kalimat Kompleks ialah satu kalimat di mana ia memiliki lebih satu verba utama atau predikat sebab di sini ada dua tindakan, kejadian, atau peristiwa.

Ke-2 susunan ini biasanya bisa dipisah dengan tanda koma, konjungsi, atau kebalikannya tidak memiliki tanda atau konjungsi sama sekali.

Contoh :

Pina beli berlian baru sebab dia memiliki banyak uang.

S        P        O               C      S        P            O

pada kalimat ini memiliki skema S-P-O-C-S-P-O

Sifa menyanyi kebun, burung juga berkicauan dengan demikian merdunya.

S            P          K              S                    P                        K      

pada kalimat ini memiliki skema S-P-K-S-P-K

Beberapa ciri kalimat kompleks

Jalinan di antara klausa utama dan klausa subordinatif diikuti dengan pemakaian konjungsi subordinatif, yakni semenjak, saat, sekalian, sepanjang, sesudah, saat sebelum, usai, seandainya, jika, bila, andaikan, supaya, agar, meskipun, walau, sekalinya, hingga, sampai, karena itu, dengan, tiada, jika, yang.

  • Pada satu kalimat ada dua peristiwa atau kejadian.
  • Memakai tanda koma di antara klausa klausa subordinatif khusus.
  • Pada sebuah kalimat ada dua predikat dan subyek.
  • Kalimat kompleks terdiri dari dua tipe, yakni: 

        (1)  Kalimat kompleks paratatik, ialah kalimat yang ke-2 klausanya mempunyai arti yang sama dengan. Kalimat ini disambungkan memakai konjungsi sama dengan, yakni dan, dan, atau, tetapi, walau sebenarnya, sedang, tetapi. Misalnya pada kalimat berikut ini:"Rani membereskan rumah dan membersihkan seluruh piring kotor.""Kakak ajak adik untuk pergi sekolah bersama, tapi adik pengin pergi sendiri."

        (2)  Kalimat kompleks hipotatik, ialah kalimat yakni ke-2 klausanya mempunyai arti yang tidak tidak sejajar atau sama dengan. Konjungsi yang menyambungkan kalimat ini salah satunya supaya, meskipun, walau, hingga, karena itu, tiada, jika, bila, tetapi, saat, apabila. Misalnya pada kalimat berikut ini:

"Mona rajin kerjakan pekerjaan sekolah supaya memperoleh nilai bagus."

"Roni benar-benar mencintai kucing meskipun pernah dicakar"

Perbedaan kalimat kompleks dengan kalimat simpleks

Kalimat simpleks:

  1. Mempunyai satu subyek dan predikat
  2. Tidak memakai konjungsi dan tanda koma
  3. Wujud kalimat simpel
  4. Pada sebuah kalimat mempunyai satu peristiwa atau kejadian

Kalimat Kompleks:

  1. Mempunyai dua subyek dan predikat
  2. Memakai konjungsi dan tanda koma selaku penyambung ke-2 klausa.
  3. Wujud kalimat terdiri dari dua klausa, yakni klausa klausa subordinatif dan khusus.
  4. Pada sebuah kalimat ada dua peristiwa atau kejadian.

Contoh Kalimat Simpleks

Dewi belajar menari.

Joni jatuh dari sepeda.

Burung menempati di jendela kamar adik.

Penari tampilkan tariannya di muka beberapa pemirsa dengan cantik.

Ibu lupa mematikan kompor.

Sari dan Lala ke kebun binatang.

Buku catat Nina ketinggalan di kolong meja.

Pak guru minta Dika untuk menjawab pertanyaan.

Ayah pulang di luar kota bawa oleh-oleh.

Rekan Nisa tidak ingin share makanan.

Contoh Kalimat Kompleks:

Saya beli pakaian baru, tapi ukuran begitu kecil waktu dicoba.

Lisa rajin menjaga bunga-bunganya, hingga bunganya tumbuh subur.

Ayah mulai menghidupkan lampu saat hari mulai gelap.

Ibu mengolah ayam goreng dan rebus daging di dapur.

Lala dengar berita jika adiknya telah pulih.

Adik pengin beli mainan baru bila tabungannya telah banyak.

Sari bangun tidur sesudah dibangunkan oleh ibunya.

Semenjak berpindah ke kota, Dina mempunyai banyak rekan bermain.

Pasien itu dibolehkan pulang, seandainya keadaannya telah membaik.

Jeni mengonsumsi buah apel tiada mencucinya ditambah dulu.

Post a Comment for "Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks: Pengertian, Ciri-ciri, Perbedaan, Contoh"