Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Cerita Cinta Kamar Hotel 18+

Cerita Cinta Kamar Hotel 18+
Cerita Cinta Kamar Hotel 18+

Cerita Cinta Kamar Hotel 18+ - banyak sekali genre cerita yang beredar di masyarakat. salah satunya adalah genre roman. Genre ini mengisahkan mengenai kehidupan percintaan seseorang dengan gamblang dan penuh nuansa kedewasaan.

Cerita cinta kamar hotel ini kami paparkan untuk sobat semua dengan harapan dapat menjadi pelajaran dan renungan agar kehidupan kita bisa menjadi lebih baik lagi.

 Cerita Cinta Kamar Hotel

Pagi ini Reno pergi mengunjungi rumah pamannya yang berada di Purbalingga. Reno pergi bersama ibunya yang kala itu hendak mengantar pesanan teh kering. 

Tok..!!!! Tok..!! tok..!!
"Assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam, Eeee Ibu Dian, mari masuk"

Reno dan ibunya masuk ke rumah mas Budi.
"Mas Rudi apa kabar?" sapa ibu reno
"Alhamduliah baik bu, ibu sendiri gimana kabarnya?" jawab pak Rudi.
"Saya juga baik alhamdulilah"
"Hai paman" sapa Reno
"Ooo reno, sudah besar kamu. sudah lama kamu ga main ke rumah paman ini ya?!" jawab pak Rudi
"Hhehe, iya paman. Reno sibuk banyak tugas kuliah yang numpuk." 
"Oooo begitu, sudah semester berapa?'
"Sudah semester empat paman. Oh iya, Azmi dimana paman?" tanya Reno
"Azmi tadi pergi ke pasar sama ibunya. 
"ooow gitu"

Azmi adalah anak pak Rudi, ia masih bersekolah dan duduk di bangku kelas 11 SMK. Azmi sangat cantik, rambutnya lurus, hidungnya pesek, pipinya lesung. banyak cowo-cowo yang menyukainya. 

"Assalamu'alaikum" ucap ibu Sely istri pak Rudi dan Azmi.
"eeh itu, baru pulang ya bu?" tanya ibu Dian
"iya ini, ehee ada tamu rupanya. sudah lama menunggu bu Dian?''
"engga bu, baru aja saya dateng"
"oooo kalau begitu medang dulu aja geh, loh bapak kenapa belum dikasi minum duh" celoteh bu Sely
"Yaahh maaf, kelupaan."
"kalau begitu tek bikinin minum dulu ya"
"ga usah repot-repot lah bu"
"engga santai aja"

Bu Sely dan Azmi masuk ke dalam rumah untuk membuat minuman. Pak Rudi dan Bu Dian kembali melanjutkan obrolan mereka. 

Azmi kelar dari dalam sembari membawa minuman dan makanan untuk Reno dan Bu Dian.
"Monggo bu, mas"
"Makasih ya ndo" kata bu dian.
Azmi hanya mengangguk dan langsung kembali ke dalam. Sementara ibunya keluar ikut berbincang-bincang dengan bu Dian. 

"Ini loh bu, saya mau nganterin pesanan teh yang ibu minta"
"Ooo iya, terima kasih loh, hehe."
"Maaf, ikut numpang kamar mandi ya tante" ucap Reno, menyela obrolan ibunya dengan ibu dian.
"Iya silakan"

Reno terkejut melihat Azmi yang berada di belakang memakai handuk dan hendak mandi. Tanpa pikir panjang reno langsung tancap ke kamar mandi mendahului Azmi.

"Bangke lu mas," ucap Azmi yang kesal karena didahului Reno.
"Gwe udah ga tahan, sorry"
"huuffttttt"
"Hehehee maaf," ucap reno ketika ia keluar dari kamar mandi. 
"Ya ga papa"
"Kamu kelihatan cantik Az,"
"Mas reno bisa aja"
"Serius deh"
"Iya iya,"
"nanti aku chat kamu az"
"ok"

Reno melanjutkan pergi ke depan bersama ibunya. Ketika reno sampai, ibunya justru buru-buru pamit. Reno pun langsung ikut pamitan.

Sesampainya di rumah, Reno mengirimkan pesan whatsapp kepada Azmi, Reno agak gombal dikit. Tersirat dalam hati reno, rasa suka pada azmi, tapi ia berpikir keras jika Azmi adalah keponakannya, ia tidak boleh menjalin hubungan dengan saudaranya sendiri.

Reno dan Azmi saling berbalas pesan, bergurau dan bersenang ria. Keduanya semakin akrab sampai di kehidupan nyatapun sering bersama. Reno tahu betul karakter Azmi, begitu pula dengan Azmi yang sudah tahu karakter reno. 

Pada suatu hari, reno pergi ke rumah azmi untuk mengantar pesanan ibunya. reno berangkat dengan perasaan senang karena nanti akan bertemu azmi. Reno dandan dengan gagahnya bak seorang pangeran yang hendak menjemput permaisuri. 

"Wahh aku ternyata ganteng juga" ucap reno dalam hatinya.

Reno langsung berangkat menuju rumah azmi. Gas pol ia terik sampai ujung spidometer tercawel oleh jarum spidometernya.

Sesampainya di rumah Azmi, ternyata azmi hendak pergi belajar kelompok dengan temannya. Reno pun menawarkan diri untuk mengantar Azmi, Ibu dian tanpa pikir pajang langsung menyetujui azmi diantar Reno. Ibu Sely juga berpesan, pulangnya bersama reno agar hati-hati.

"Pulangnya jangan sampai malem loh" ujar ibu Dian kepada Azmi dan Reno. 
"iya" sahut mereka.

ngeeeeng.... motor reno melesat hingga ibu sely beranjak dari teras rumahnya.

"kamu ga papa kan, kalau nunggu aku?"
"iya ga papa kok, apapun untuk kamu mah aku rela"
"Ah gombal ae lu bambank!!"
"wkwkwkw maaf"
"hheemmmmm"
"belajar kelompoknya di mana az?"
"rumah temen aku, deket warung nasi yang ada di depan hotel melati"
"ooo iya paham"

Reno dan azmi berbincang-bincang di atas motor, canda tawa ria disertai hati yang berbunga-bunga. persimpangan jalan, lampu merah yang menyorot tajam tak jadi alasan mereka untuk tetap berkomunikasi.

Tak terasa, ban motor Reno mendadak berhenti. rupanya mereka telah sampai ke tujuannya. Reno hanya menunggu Azmi hingga selesai. Reno menunggu ditemani dengan secangkir kopi dan gawai di tangannya. jari-jemarinya lihai menari di atas layar gawai.

Waktu menunjukkan pukul 5 sore, teman-teman azmi hendak pulang karena belajar kelompok telah usai. Azmi juga hendak pulang. kasian reno sudah menunggu lama, pikirnya.

"Lama ya, maaf"
"engga kok, santai aja"
"kamu laper ga? kita makan dulu di warung nasi itu"
"hem bolejh laahh" mereka berdua pergi menuju ke warung nasi yang berada di depan hotel melati. 

Mereka berdua ngobrol sampai makanannya habis tak tersisa. langit juga mulai gelap. mereka berdua bergegas beranjak dari warung nasi tersebut. tetapi ketika mereka pulang, banyak sekali anak-anak muda yang dimabuk cinta keluar masuk hotel tanpa ada rasa sesal sama sekali. Reno berpikir, apa azmi juga mau diajak ke hotel.

"Az, bentar lagi ujan, mampir sebentar aja yuk ke situ" ujar reno sembar menunjuk ke arah belakang
"pala lu peang!! dosa ah"
"loh kok dosa?"
"kamu pikir aku cewek apaan, ngajak-ngajak ke tempat itu"
"owalaahh bambankk!!! itu az itu" reno menunjuk masjid yang ada di sebrang jalan yang posisinya di belakang reno. 
"ahhhh kamu ahh"
"ciiieeeee mikirnya, hahaha"
"ga lucu"
"ya ga usah marah gitu dong"
"ga"
"ciiee ciieeeeeeee, yuk ahh"

mereka berdua pergi ke masjid untuk menjalankan salat Mahrib. ibu sely telvon azmi dan menanyakan keberadaan mereka. Azmi menjelaskan bahwa mereka terjebak hujan. ibunya hanya bisa berdoa dan khawatir jika mereka sampai pulang malam. karena di malam hari sering terjadi begal.

hujan makin deras saja, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 20:00. Reno bertekat untuk membawa azmi ke kamar hotel. azmi tidak mau, tetapi tetap dipaksa reno. Reno yang sudah haus dan hasratnya naik, langsung mendekap azmi yang kedinginan. 

"Sayang, jangan marah ya, kamu aman bersamaku"
"ahhhh mas"
"santai saja sayang"
"lepas mas"

Pegangan reno semakin kuat, hingga akhirnya terdengar bunyi  plaakkkkkkk....!! plaaaakkkkk...!!! plakaakkk...!!!!

rupanya tangan emaknya reno mendarat di pipi reno yang sedang tidur. reno memegangi selimut yang sedari tadi menempel erat di tubuhnya.

"Allamaaakkkkk... ternyata cuma mimpi, ahhhh"

Selesai.....!!!

Nah bagaimana sobat? semoga terhibur dengan cerita cinta kamar hotel 18+ ya. pelajaran yang dapat kita ambil yakni, jangan pernah mendekati perbuatan maksiat, karena dampaknya bukan hanya diri sendiri yang merasakan, tetapi juga orang-orang di sekitar kita bakal merasakan ulah yang dilakukan kita. 

terima kasih sudah berkunjung dan membaca hingga selesai ya. 

Post a Comment for "Cerita Cinta Kamar Hotel 18+"