Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Pegertian Siksa atau Hukuman Kubur Menurut Pandangan Islam

Pengertian Siksa Kubur

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai pengertian siksa kubur atau hukuman kubur menurut pandangan Islam. Semua akan dibahas secara mendalam dan tuntas guna memberi pemahaman mengenai siksa kubur pada sobat semua. Pembahasan ini semoga saja dapat dijadikan sebagai ilmu pengetahuan atau referensi untuk sobat.

pengertian siksa kubur
pengertian siksa kubur
Pengertian Siksa Kubur - Sebenarnya hukuman dan nikmat kubur itu ialah hukuman dan nikmat di alam barzakh. Barzakh yakni alam di antara dunia dan akhirat yang menurut kegemarannya ditetapkan dengan kubur. Orang yang tersalib, terbenam, terbakar, atau ditelan binatang buas dan burung atau ikan paus, akan terima bagiannya dari nikmat atau hukuman barzakh.

misalkan beberapa orang yang maksiat itu tergantung di atas pucuk pohon yang diempaskan angin taufan, jasadnya itu menerima bagian dari hukuman barzakh.  Begitupun orang saleh yang dibakar di tungku api yang menjulat-julat, akan menerima juga nikmat barzakh dengan arwah selaku bagiannya dan jasadnya akan rasakan nikmat itu sebab Allah Swt. Membuat api jadi dingin dan menolong jasadnya, karena alam dan material yang ada di dalamnya tunduk dan taat atas kehendak Allah, penciptanya, dan taat untuk ditukar dan dirubah, seperti Allah sudah mengganti apa yang manusia tonton sendiri ada kemampuan (daya) dalam suatu hal yang awalnya terjadi.

Siksa kubur akan diterima oleh semua orang yang murtad, munafik, dzalim, dan orang yang ingkar kepada Allah. sedangkan untuk orang yang beriman dan orang yang senantiasa taat kepada Allah tidak akan ke neraka dan cuman dikasih peringatan sahaja. Sesuai firmann Allah SWT dalam surah ar-Rahman ayat 60  yang artinya: 

"Dan bukankah tidak ada balasan bagi amal yang bagus melainkan balasan yang bagus ?"

Ayat di atas menjelaskan jika ada siksa kubur atau peristiwa di mana terdapatnya siksaan dalam kubur sesudah ajal menjemput, berdasar pada kekuasaan-Nya bahwa Allah senantiasa memberikan balasan yang setimpal untuk hambanya.
Siksa kubur di sini sesungguhnya bukan jasadnya yang disiksa melainkan yang disiksa adalah ruhnya. 
 
dalam sebuah kitab diterangkan jika siksa dan nikmat kubur dapat diterangkan dengan mimpi, meskipun terkadang jasad ini tidur akan tetapi kadang-kadang dapat merasakan nikmat dan susahnya mimpi itu.

Dalam kubur, mayit akan alami yang bernama fitnah kubur (fitnah yang berarti ujian). Yang dimaksud dengan fitnah kubur ialah ketika usai dikubur akan disampaikan ke mayit beberapa pertanyaan berwujud pertanyaan terkait Rabbnya, nabinya dan agamanya. Sebenarnya Ahlussunnah wal Jamaah percaya dan mengimani fitnah kubur lantaran Alquran dan as-Sunnah sudah menjelaskan demikian. Adapun dalam Alquran, Allah SWT berfirman dalam surat al-Fatihah ayat ke empat yang artinya: 

"yang menguasai hari pembalasan"

Ada dua maksud inti dari ayat diatas. Pertama, menjelaskan ke manusia siapa Tuhan sesungguhnya, yakni Allah yang Maha Tunggal, tidak ada Tuhan kecuali Allah. Ke-2 , menjelaskan ke manusia jika setelah hidup yang terbatasi waktunya di dunia saat ini, manusia akan dihidupkan kembali dengan kehidupan yang abadi dan kekal, di mana setiap manusia akan terima pembalasan dari apa yang pernah mereka kerjakan. Kelakuan baik akan dibalas dengan kebaikan, dan kelakuan buruk akan dibalas dengan hukuman siksaan atau kejelekan.

Diterangkan juga jika Allah selaku penguasa hari pembalasan akan memberi ganjaran ke siapa yang melakukan perbuatan baik dan menghantamkan keburukan terhadap yang mengerjakan perbuatan buruk sepanjang hidup di dunia. Kata yaumi al-din menurut bey arifin, berarti suatu hal yang ghaib yang dibuat Allah yang cuman Allah saja yang mengetahuinya. Yaumi al-din bisa dirasakan balasannya saat masih hidup di dunia, alam kubur, hari kiamat, sampai ke di akhirat. Pada surat al-Fatihah ayat ke-4 ini kian menegaskan jika dalam Alquran banyak yang mengatakan akan ada siksaan yang dirasakan mayit sesudah meninggal dunia.

Jadi di alam kubur, hukuman atau nikmat kubur akan diterima ruh kita dan jasad juga akan merasakannya walaupun tidak secara langsung.

Dan kadang hukuman itu berlangsung pada tubuh dan ruh itu mengikutnya, namun ini tidak ada terkecuali jarang-jarang sekali. Sebenarnya pada aslinya adzab itu berlangsung pada ruhnya, dan tubuh sebatas ikut. Demikian juga kepuasan itu berlangsung pada ruh dan tubuh hanya turut saja. Ibnu Qayyim al-Jauziyah, menjelaskan jika ada yang mendapatkan nikmat kubur atau hukuman kubur, di tempat ini ada penentuan hukuman kubur. Alquran dan as-Sunnah sudah menjelaskan begitu, bahkan juga disebutkan selaku ijma‟ kaum muslimin

Ini adalah permasalahan yang dipersaksikan kebenarannya. Orang yang akan mati dengar, menyongsong 2 orang yang tiba padanya dari kelompok 17 malaikat dan berbicara : Selamat datang, dan kadang berbicara: Selamat datang dan duduklah di sini, sama seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam kitab ar-Ruh, dan kadang bisa dirasa sebenarnya orang itu terkena suatu hal yang mengerikan karena itu bergantilah mukanya saat akan mati di saat turun padanya malaikat azab. Tiap jiwa yang mati akan dites dan harus mempertanggungjawabkan semua amalan baik dan jeleknya yang sudah dilakukan sepanjang hidup di dunia. Amalan yang selalu menyertainya itu ialah kitab yang beberapa malaikat menulis amalan yang kecil dan yang besar tanpa ada membiarkan sedikitpun.

Ada dua jenis azab kubur yaitu azab atau hukuman yang terus-terusan dan hukuman yang terputus. Hukuman yang terus-terusan yakni siksa atas beberapa orang kafir dan beberapa ahli maksiat yang banyak melaksanakan tindakan dosa. Tentang hal hukuman yang terputus yakni hukuman enteng yang diringankan untuk orang yang melakukan perbuatan maksiat kecil dan dosa kecil. Semua disiksa menurut persentase dosanya.

Tentang hal sebab-sebab yang mengharuskan hukuman kubur terdiri dari dua macam, yakni karena yang secara ringkas dan karena yang terperinci. Yang ringkas ialah Allah SWT (tidak mengenal-Nya), meninggalkan perintah-perintah-Nya, melaksanakan larang-larangannya yang mengundang kemarahan dan azab-Nya. 

Allah Swt. Tidak mengazab ruh yang mengenal-Nya, yang menyukai-Nya dan kerjakan perintah-Nya dan menjauhi dari larangan-Nya. Hukuman itu juga tidak pada jasadnya. Karena hukuman kubur adalah tanda kemurkaa Allah dan amarah-Nya. Demikian juga hukuman akhirat nanti. Barang siapakah yang dibenci dan dimurkai Allah di dunia ini lantaran sudah melaksanakan pelanggaran-pelanggaran yang tidak diperbolehkannya dan tidak mengerjakan perintah yang diwajibkannya lalu mati tanpa bertobat, maka dapat terima hukuman barzakh (kubur) sesuai persentase kemarahan dan kedengkian Allah pada dianya, baik orang jujur atau dusta, yang sedikit beramal atau banyak beramal.

Mengenai sebab azab kubur karena terinci, Rasulullah SAW sudah bercerita mengenai 2 orang yang dijumpai sedang disiksa di kuburan karena yang seorang senang menebarluaskan adu domba (fitnah) antara manusia dan yang satunya tidak tutup kemaluannya, buang air kecil sembari berjalan. Meninggalkan bersuci yang diharuskan dan menebarluaskan perseteruan dikalangan manusia.

Di antara orang yang mendapatkan siksa kubur, yakni tukang zina (lelaki dan wanita), orang yang sombong, riya, senang berkelahi, senang mencaci-maki dan mencemooh, tukang memaki-maki, dan orang yeng mengunjungi dukun (tukang santet) dan tukang ramal dan tukang tebak nasib seorang, penolong kezaliman, beberapa orang yang menuai akhiratnya (agamanya) untuk dunianya, orang repot cari cela (aib) seseorang, orang yang cari dosa orang lain. Semuanya menghadirkan azab dalam kuburnya.

Post a Comment for "Pegertian Siksa atau Hukuman Kubur Menurut Pandangan Islam"