Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Puasa ramadhan dilaksanakan oleh umat islam selama

Puasa ramadhan dilaksanakan oleh umat islam selama?

Jafarull.com - Puasa ramadhan dilaksanakan oleh umat islam selama 30 hari. Selama itulah kita merasakan kelaparan dan kehausan seperti yang biasa dirasakan oleh mereka yang kekurangan harta. Seharusnya di bulan ramadhan ini kita bisa lebih berhemat karena kita makan hanya ketika berbuka dan sahur saja, tetapi justru pengeluaran jauh lebih besar dibanding dengan hari-hari biasa.

Pengertian puasa

Secara bahasa, puasa berarti menahan dan mencegah. Secara istilah, puasa berarti menahan diri dari sesuatu yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya matahari hingga matahari terbenam. Tentunya hal ini disertai dengan niat beribadah kepada Allah Swt. Allah berfirman dalam surat Al-baqarah sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q. S. Al-Baqoroh ayat 183)

Puasa ramadhan dilaksanakan oleh umat islam selama
puasa

Syarat-syarat wajib puasa

1.  Islam

Syarat yang pertama harus beragama islam, jadi orang yang tidak beragama islam tidak diwajibkan mengerjakan puasa. Jika ada non islam yang ingin menjalankan puasa, maka ia harus masuk agama islam terlebih dahulu.

2.  Baligh

Baligh artinya sudah masuk masa dewasa, kalau di Indonesia biasanya berusia 10 tahun. Pada usia tersebut wajib melaksanakan puasa tanpa ada alasan apapun. Lalu bagaimana jika belum berusia 10 tahun? puasanya akan tetap sah dan mendapatkan pahala dari Allah. Intinya si, jika punya anak sebaiknya dilatih berpuasa sejak dini agar kedepannya ia terbiasa.

3.  Berakal

Orang yang berpuasa wajib berakal sehat, bukan orang gila, orang pingsan, atau orang mabuk. Lalu bagaimana jika ada manusia berakal tapi tidak menggunakan akalnya dengan baik? maka ia sama saja dengan binatang. Punya otak tidak mampu berpikir, hanya digunakan untuk kesenangannya saja.

4.  Mampu atau sehat

Puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang sedang sakit. Selain itu, puasa tidak diwajibkan bagi lansia, wanita haid, wanita hamil, san wanita menyusui. Hal ini karena secara syara' mereka tergolong orang yang lemah dan dikhawatirkan dapat memperburuk tubuh/ sakit yag diderita. Namun, mereka tetap wajib mengqodonya. Kecuali bagi lansia, mereka dapat mengganti puasa dengan membayar fidyah.

5.  Bermukim

Bermukim artinya menetap di suatu tempat alias tidak dalam perjalanan (musafir). Hal ini karena orang yang sedang bepergian akan membutuhkan banyak tenaga dan energi, sehingga dikhawatirkan dirinya tidak kuat atau bahkan jadi sakit jika berpuasa. Meski demikian, ia wajib mengqodonya.

Syarat sah puasa

1.  Islam

Ibadah puasa akan sah jika dilakukan oleh orang yang beragama islam. Sedangkan mereka yang bukan beragama islam, jika mengerjakan puasa maka tidak sah. Oleh karena itu, jika kalian ingin mendapatkan pahala puasa, maka diwajibkan masuk islam terlebih dahulu.

2.  Mumayiz atau berakal

Orang yang menjalankan puasa haruslah berakal. Jika tidak berakal maka tidak akan sah puasanya. Bisa jadi orang yang tak berakal siangnya makan atau malah melakukan perbuatan dosa yang dapat membatalkan puasa. Hal ini juga karena tidak adanya niat.

3.  Suci dari haid dan nifas.

Wanita yang sedang haid ketika menjalankan puasa, maka puasanya tidaklah sah. Oleh karena itu wanita diberi hak istimewa untuk tidak menjalankan puasa ketika ia haid/ hifas. Tetapi tetap harus mengqodonya nanti.

4.  Waktu yang dibolehkan utntuk puasa

Puasa yang dilaksanakan pada 2 hari raya dan hari tasyrik hukumnya tidak syah. Begitupun puasa di hari syak. Puasa pun tidak syah dilaksanakan pada pertenganhan akhir bulan syakban. Terkecuali bila hal tersebut muncul karena melaksanakan rutinitas puasa dahr, puasa dawud, puasa di hari yang ditetapkan, misalkan hari senin, lakukan puasa nazar, qadha, puasa karafat, satau meneruskan puasa pada beberapa hari sebelumnya.

Rukun puasa

1.  Niat

Yang pertama harus niat berpuasa dan niat beribadah kepada Allah Swt. Niat dilakukan sebelum fajar terbit, biasanya ketika makan sahur. Untuk lebih afdolnya, kalian melakukan niat secara dilafalkan dan di hati.

2.  Menahan diri

Maksudnya yakni menahan diri dari syahwat, godaan-godaan, dan menahan lapar & haus. Mata, telinga, otak, hidung, pulut, kemaluan, perut, harus dijaga dari perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

Hal-hal yang membatalkan puasa

1. Makan atau minum secara menyengaja

Puasa ialah mencegah minum dan makan, jika orang yang berpuasa minum dan makan maknanya dia sudah membatalkan puasanya, ditambah lagi bila dilaksanakan dengan menyengaja. Tapi jika dilakukan dengan tak sengaja, maka puasanya tidaklah batal. Memasukan benda kedalam lubang di tubuh juga dapat membatalkan puasa.

2. Jima'

Jima' atau berhubungan badan suami istri di siang hari dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, harus dihindari sesuatu yang dapat memancing nafsu agar tidak terjadi perbuatan jima' ini. Perbuatan tersebut nampaknya sangat menjijikan dilakukan oleh manusia berakal jika dalam berpuasa. 

3. Muntah dengan menyengaja

Muntah yang dibuat-buat atau secara sengaja dapat membatalkan puasa loh. Misalkan kita memasukan jari ke mulut trus untah, maka puasanya batal. Hal ini juga akan mendapatkan dosa karena dengan sengaja membatalkan puasa tanpa ada sebab apapun.

4. Haid dan nifas

Jika wanita alami haid atau nifas disiang hari saat puasa, baik diawal atau di akhir hari, puasanya batal dan dia harus mengqodhonya. Bila masih tetap melanjutkan puasa, maka puasanya tak sah dan hanya akan mendapat haud an lapar saja.

5. Infus makanan

Yaitu masukkan beberapa zat makanan ke usus dengan arah sebagai alternatif makanan ke orang yang sakit. Ini terhitung kasus yang menggagalkan puasa. Karena infus itu mamasukkan zat makanan ke badan.Jika infus itu tidak masuk sampai ke usus, tetapi cuman sampai kedarah,infus ini juga menggagalkan puasa karena dia tempati status minum dan makan. Seperti orang yang sakit di dalam rumah sakit. Mereka dikasih zat makanan lewat infus, seperti cairan glukosa dan cairan garam. Demikian juga zat yang dikasih ke orang orang yang menanggung derita asma, beberapa zat seperti ini menggagalkan puasa.

Nah demikian pembahasan kita mengenai Puasa ramadhan dilaksanakan oleh umat islam selama 30 hari. Kita juga sudah tahu mengenai pengertian puasa, syarat puasa, hingga hal yang membatalkan puasa. 

Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita. Terima kasih telah membaca hingga usai. Semoga ibadah puasanya lancar selalu.

Post a Comment for "Puasa ramadhan dilaksanakan oleh umat islam selama"