Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Bongkar Harapan Palsu Ternak Kelinci Tanpa Ngarit

Ternak kelinci tanpa ngarit

Kelinci merupakan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan. Kelinci juga termasuk hewan yang sedang ngetren untuk diternakkan. Daging kelinci sekarang ini mulai diminati oleeh masyarakat, hal ini karena tekstur daging yang empuk dan rendah lemak.

Di desa saya banyak dijumpai peternak kelinci. Mereka membudidayakan kelinci jenis pedaging, hias, hingga untuk kontes. Harga kelinci juga sangat bervariasi, tergantung dari jenis, usia, dan bulunya. 

Semakin banyaknya peternak, banyak juga yang terpesona dengan Ternak Kelinci Tanpa Ngarit. Kebanyakan yang "mabok" ternak tanpa ngarit itu adalah pemula. Mereka hanya melihat senior-senior yang telah sukses beternak kelinci.

Tak hanya sampai di situ, di youtube, dan internet juga betebaran tutorial beternk kelinci yang simpel tanpa ngarit. Padahal mereka semua belum tentu sukses di perkelincian. Bisa jadi mereka hanya hobi saja, namun memiliki pasar tersendiri untuk mendistribusikan kelinci yang dimiliki.

Ternak kelinci tanpa ngarit memang tidak salah, yang salah itu jika kita lalai dan mabok kata-kata tersebut lalu ikut-ikutan saja tanpa ada perhitungan yang matang. 
Bongkar Harapan Palsu Ternak Kelinci Tanpa Ngarit
Ternak Kelinci Tanpa Ngarit


Pertimbangan Ternak kelinci tanpa ngarit

1.  Kelinci Hewan Herbivora
Kelinci itu hewan herbivora, pemakan tumbuhan, rumbut, dan hijauan. Sangat keliru jika kita beternak kelinci tanpa memberinya rumput (ngarit). 
Tapi kalau pakan rumput kan kelincinya kurus, ga gemuk?
Rumput yang kamu kasih itu rumput apa? kalau rumput jenis lapang atau sawah ya pantes. Karena kandungan nutrisinya sedikit. Kita sebagai peternak harus jeli dan pandai lur, cari rumput dan hijauan yang mengandung banyak nutrisi untuk kelinci. Jangan asal ngarit, nanti cape sendiri.

2.  Biaya Pakan
Di daerah saya banyak sekali peternak yang memberi makan kelinci dengan ampas tahu dan pelet. Bahkan kebanyakan senior juga menggunakan pakan full pelet. Ya memang sangat bagus si dari segi bulu dan pertumbuhan. Tapi sangat tidak baik untuk kantong.
Sebenarnya sah-sah saja jika setiap bulan juga bisa menjual anakan kelinci.
Begini deh, misalkan seminggu sekali kita beli ampas tahu seharga 20 ribu, maka dalam sebulan kita butuh 80 ribu untuk pakan kelinci. Makin bingung kan kalau hanya mengandalkan ternak? Oleh karena itu kita wajib ngarit untuk campuran pakan agar kantong tidak boncos.

3.  Pemasaran
Biaya pakan dan pemasaran ini berbanding lurus sob. Jika kita memiliki pasar tersendiri dan mampu menjual ternak sendiri setiap bulan, keuangan masih bisa selamat. Tapi jika kita tidak memiliki pasar sendiri dan agak susah untuk menjual produk sendiri ya keuangan akan sekarat.
Mengapa biaya pakan berbanding lurus dengan pemasaran?
Jadi begini sob, ketika kita memiliki ternak dan diberi pakan yang pas serta perawatan yang oke, maka kita menginginkan harga jual yang tinggi bukan? Tapi apa jadinya jika kita tak memiliki pasar? tentu yang nawar akan jauh dari harga standar. Nah masalah inilah yang sering dialami oleh peternak pemula. Kebanyakan pemula akan bangkrut karena masalah ini.

Persiapan Untuk Ternak Kelinci

1.  Persiapkan bank pakan 
Percayalah wahai sahabat, kalau pemula coba beternak tanpa ngarit itu bulshit. Pasti bakal tekor di pakan, pasti bakal boncos di pakan. Kelinci itu hewan herbivora, pemakan tumbuhan, alangkah baiknya kita beri mereka dengan pakan hijauan. Tapi jangan rumput lapang / sawah juga kali. Kita harus mempersiapkan bank pakan untuk ternak.

Kalau punya kebun sendiri, cobalah tanami bibit odot, indigofera, kelor, katu, dan yang lainnya untuk pakan ternak. Di kebun juga harus ditanami sesuatu yang menghasilkan atau dapat dijual, misalnya pohon pisang, pepaya, dan pohon jambu. 

Rumput / tanaman tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga jika diberikan kepada kelinci, maka kelinci akan cepat gemuk. Beda dengan rumput lapang/ sawah, pasti ternak tidak akan gemuk-gemuk.

2.  Bikin kandang
Pastikan sebelum kamu membuat kandang, kamu telah memiliki riset dan rencana mengenai jenis kelinci ang akan kamu pelihara. Apakah nantinya akan memelihara kelinci postur besar, atau kelinci dengan postur yang kecil. Idealnya kandang kelinci tiap plong/ kotak/ lubang berukuran 60x70 cm. Hal ini agar kelinci tidak merasa sempit dan dia dapat bergerak dengan lebih leluasa.

Pastikan juga kalian akan bikin kandang dari kayu dan bambu atau dari kawat galvanis. Karena dari keduanya memiliki perbedaan harga dan ketahanan. Sesuaikan juga dengan keuangan sobat semua ya.

3.  Pilih indukan yang bagus
Inget sob, jangan tergiur dengan harga murah. Pastikan kamu memilih calon indukan yang bagus dari segi postur, bulu, dan keturunannya. Indukan yang bagus akan menghasilkan anakan yang bagus pula. Jangan sungkan untuk terus mencari yang terbaik untuk isi kandang.

Nah demikian pembahasan kita kali ini tentang Harapan Palsu Ternak Kelinci Tanpa Ngarit. Beternak kelinci wajib ngarit, adapun konsentrat dan comboran hanya sebagai pakan alternatif saja. Tetaplah bersemangat sobat semua semoga ternaknya sukses selalu. 

Lihat Juga:


Post a Comment for "Bongkar Harapan Palsu Ternak Kelinci Tanpa Ngarit"