Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

2 Tahun Diterjang Pandemi covid, Petani Nanas Madu di Pemalang Masih Tetap Eksis

Nanas Madu

nanas madu pemalang
nanas madu pemalang

Jafarull.com - Pandemi covid yang melanda Indonesia, tidak menyurutkan semangat Petani nanas madu di Dusun Kepetek, Desa Belik, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah menjadi goyah. 

Pasalnya, saat ini petani nanas madu kian ramai. Terhitung sejak covid menerjang Indonesia, aktivitas pertanian nanas terus berlanjut. 

Hal ini diungkapkan oleh Khumaeni, salah seorang petani nanas madu di Dusun Kepetek terkait efek pandemi ke pertanian. 

"Kalau dari petaninya sendiri, tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja untuk penjualan mungkin ya, yang sedikit tersendat. Karena kita ngandelin tengkulak untuk menjual nanas, jadi kalau tengkulak tidak bisa mengirim hasil nanasnya, efeknya bakal banyak nanas murah," ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa bertani nanas madu lebih menghasilkan ketimbang jagung. 

"Dulu lahan saya ini isinya jagung semua mas. Tapi ya gitu, harga jual jagung sangat murah, belum lagi kalau cuaca buruk, kadang banyak yang roboh. Kalau nanas kan pohonnya pendek, aman dari hujan dan angin. Harga jualnya juga lebih tinggi ketimbang jagung" lanjutnya. 

Wanita yang berusia 32 tahun itu memaparkan usia panen nanas dan hasil yang didapat tiap panen.

"Nanas madu bisa dipanen 6 bulan sekali. Artinya dalam satu tahun bisa panen dua kali. Sekali panen sebenarnya tidak menentu, kadang bisa dapat 5 juta kadang bisa dapat 8 juta. Itupun tergantung dari luas lahan dan jumlah nanas yang dipanen" tutupnya. 

nanas madu pemalang
nanas madu pemalang

Nanas Madu Dijual Keluar Kota

Dalam hukum jual beli, ketika ada produsen maka harus ada konsumen. Biasanya nanas madu dari petani akan dikirim ke berbagai kota di Indonesia. 

Misalnya saja dikirim ke Jogja, Solo, Bekasi, Bogor, Jakarta, dan lain sebagainya. 

Ahmad Zacky, salah seorang supplier nanas madu di desa Kepetek mengungkapkan terkait pengiriman nanas madu. 

"Kalau saya mengirim nanas dari petani ke konsumen biasanya dua hari sekali. Lokasi kirimnya ke Jogja, Solo, dan sekitarnya. Beda lagi dengan teman saya yang kirimnya ke Jabodetabek,"

Ia menjelaskan di kota tersebut ada pedagang atau rumah produksi yang menerima nanas madu. 

"Di sana (lokasi kirim) sudah ada pengepulnya lagi. Biasanya si mereka menjualnya sendiri di pasar dan di jalan atau kadang juga langsung masuk pabrik untuk dibuat jadi minuman," tuturnya.

Sekedar informasi, nanas madu memiliki ukuran kecil tetapi memiliki rasa yang sangat manis. 

Dinamakan nanas madu karena rasa manisnya begitu terasa. Aromanya juga sangat wangi. 


Post a Comment for " 2 Tahun Diterjang Pandemi covid, Petani Nanas Madu di Pemalang Masih Tetap Eksis"