Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Custom CSS

Teks Anekdot: Pengertian, Tujuan, Struktur, Ciri-ciri, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Teks anekdot
Teks anekdot

Jafarull.com - Pada kesempatan kali ini, jafarull akan mengajak kalian untuk mendalami materi teks anekdot. Teks ini biasanya ada pada pelajaran bahasa Indonesia di kelas 10. Mungkin saat kamu masih SMP, kamu juga pernah menerima materi ini. Hanya saja tidak terlalu mendalam. 

Tapi jangan khawatir, jafarull akan paparkan materi teks anekdot secara lengkap agar kamu bisa lebih memahaminya. Kami juga akan sajikan berdasarkan contohnya. Sehingga kamu bisa lebih memahaminya secara mendalam. Sebelum itu, kamu tahu tidak apa itu teks anekdot?

Pengertian Teks Anekdot

Menurut KBBI online, teks anekdot merupakan cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. 

Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa Teks anekdot adalah teks singkat yang berisi cerita lucu dan atau humor yang bermaksud untuk menghibur pembaca. Selain untuk hiburan, teks anekdot biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan kritik terhadap suatu kebijakan dan fenomena. 

Meski isinya berupa humor, tetapi teks anekdot tetap memiliki pesan dan amanat yang disampaikan kepada pembaca. Harapannya dengan membaca cerita lucu, pembaca bisa lebih menangkap amanat yang disampaikan tanpa merasa digurui atau tidak memprovokasi. 

Tujuan Teks Anekdot

Berdasarkan pengertian di atas, maka kita bisa menarik benang merah mengenai tujuan dari teks anekdot yakni:

1. Media Hiburan Masyarakat

Teks anekdot memiliki tujuan sebagai media hiburan untuk masyarakat. Pada zaman dahulu teks ini sering dibacakan atau diceritakan saat ngumpul bersama. Namun saat ini, kegiatan seperti ini sudah luntur karena perubahan zaman. 

2. Sebagai Sarana Kritik

Mungkin kita lebih mengenal puisi yang melekat dengan kritik. Tetapi ternyata pada zaman dahulu, teks anekdot juga digunakan sebagai sarana kritik terhadap pemerintahan, fenomena, atau tokoh tertentu. 

Teks anekdot yang berupa kritik tidak akan tampak seperti kritik. Karena terbalut dengan humor di dalamnya. Oleh karena itu, banyak yang kurang mengenal teks ini sebagai kritik. 

3. Menyampaikan Pesan 

Semua teks anekdot pasti mengandung pesan yang hendak disampaikan kepada pembaca. Pesan ini ada yang tersirat (harus dibaca dan dianalisis terlebih dahulu) dan ada juga yang tersurat (pesan yang disampaikan tertulis di dalam teks anekdot). 

Perbedaan Teks Anekdot dengan cerpen

Mungkin beberapa dari kalian akan bingung mengenai perbedaan teks anekdot dan cerpen. Keduanya memang sama-sama bercerita atau menceritakan sesuatu. Selain itu, keduanya juga sama-sama memiliki pesan yang harus disampaikan pada pembaca. Lantas apa saja perbedaan kedua teks tersebut?

1. Isi Cerita

Isi cerita teks anekdot berupa humor dan candaan. Tek hanya berupa cerita lucu, tidak ada cerita sedih ataupun marah. Sedangkan cerpen memiliki isi yang lebih kompleks. Arab yang berisi tentang kehidupan sosial, agama, senang, sedih, dan lain sebagainya. 

2. Sumber Inspirasi Cerita 

Umumnya teks anekdot dibuat berdasarkan fenomena atau kejadian tertentu. Sehingga sumber pembuatan ceritanya hanya mengandalkan suatu kejadian dan peristiwa. 

Sedangkan cerpen bisa dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, peristiwa, konflik, hingga imajinasi semata. Cerpen juga bisa mengambil inspirasi dari pengalaman orang lain. 

Struktur Teks Anekdot

Struktur Teks Anekdot
Struktur Teks Anekdot

Sebuah teks tentu memiliki struktur tersendiri, pada teks anekdot ada 5 struktur yang perlu kita ketahui bersama, diantaranya:

1. Abstrak

Abstrak merupakan bagian awal pada teks anekdot yang berfungsi untuk menggambarkan cerita. Jadi topik pembahasan pada teks anekdot akan disampaikan pada bagian ini. Bagian ini juga akan memperkenalkan secara sekilas mengenai cerita yang akan disampaikan.  

Biasanya pada bagian abstrak, penulis teks anekdot akan menjelaskan mengenai hal-hal unik yang nantinya akan disampaikan pada isi cerita anekdot. Karena bagian ini hanya berupa gambaran umum, jadi isinya hanya menggambarkan secara singkat saja. 

2. Orientasi 

Orientasi merupakan bagian dari teks anekdot yang berisi mengenai latar belakang isi cerita terjadi atau awal mula peristiwa terjadi. Bedanya dengan abstrak yakni, pada bagian orientasi akan dijelaskan lebih detail mengenai permasalahan yang akan terjadi.

Penulis teks anekdot akan menjelaskan lebih detail terkait awal mula terjadinya sesuatu dan memiliki fungsi untuk membangun sebuah teks (menuju permasalahan). 

3. Krisis

Krisis merupakan bagian dari teks anekdot yang berisi mengenai permasalahan yang ada di dalam cerita. Pada bagian ini biasanya akan menceritakan sesuatu yang tidak biasa. Bagian ini juga diartikan sebagai bentuk ketidakpuasan atau kejanggalan terhadap sesuatu.

4. Reaksi

Sesuai namanya, reaksi pada teks anekdot merupakan bentuk tanggapan terhadap suatu permasalahan yang terjadi di dalam cerita. Pada bagian ini nantinya juga akan disampaikan mengenai penyelesaian masalah terhadap permasalahan yang terjadi pada bagian krisis. 

5. Koda

Koda merupakan bagian akhir dari teks anekdot. Pada bagian ini biasanya akan berisi simpulan dari cerita yang telah dibahas. Karena berada di akhir, koda juga disebut sebagai bagian penutup.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Ciri-ciri Teks Anekdot
Ciri-ciri Teks Anekdot

Untuk mengidentifikasi teks anekdot, tentunya kamu harus memahami beberapa ciri-ciri yang ada. Berikut ciri-ciri teks anekdot secara umum yakni. 

1. Bersifat humor

Ciri utama dari teks anekdot yakni sifatnya yang berupa candaan dan humor, sehingga akan mengundang gelak tawa pembaca. Semua teks anekdot wajib memiliki sifat humor. 

2. Bersifat menggelitik

Menggelitik disini maksudnya yakni cerita atau topik permasalahan teks anekdot berupa bahasan yang nyata. Tetapi disajikan dengan cara yang jenaka. Sehingga membuat pembaca lebih terhibur. 

3. Bersifat menyindir mengenai peristiwa atau kebijakan

Teks anekdot biasanya digunakan untuk menyindir peristiwa atau kebijakan. Misalnya saja peristiwa banjir di Jakarta, bisa disindir menggunakan cerita dari lucu ini. 

4. Menyindir tokoh tertentu

Selain menyindir peristiwa, teks anekdot juga digunakan untuk menyindir tokoh atau seseorang. Biasanya tokoh atau orang tersebut merupakan orang yang terkenal seperti pejabat, dan tokoh masyarakat.  

5. Teks lebih singkat

Karena sifatnya yang sebagai hiburan dan menyindir, maka teks anekdot sangat singkat. Tujuannya agar apa yang disampaikan (amanat atau pesan) bisa ditangkap dengan baik oleh pembaca. 

6. Memiliki pesan yang hendak disampaikan

Semua teks anekdot pasti mengandung pesan atau amanat yang hendak disampaikan. Biasanya pesan ini berada di bagian krisis, reaksi, dan koda. 

Baca Juga: Topik dalam teks anekdot

7. Penyajian boleh menggunakan dialog

Ada dua jenis penyajian teks anekdot yakni secara naratif dan dialog. Kamu bisa menyajikannya dengan dialog atau percakapan antara dua orang atau lebih. 

8. Kisahnya mirip dengan dongeng

Secara sekilas, kisah dari teks anekdot hampir mirip dengan dongeng. Bentuknya yang singkat, ada amanat, dan ada dialognya. Namun permasalahan yang diangkat sangat berbeda. 

9. Menceritakan tentang hewan dan manusia

Terkadang ada juga teks anekdot yang dibuat dengan menghadirkan tokoh manusia dan hewan. Bahkan tokoh utamanya bisa berupa hewan loh. 

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Ada beberapa kaidah kebahasaan teks anekdot yang perlu kita ketahui sebelum membuatnya. Apa saja sih? Berikut informasinya.

Teks anekdot biasanya menggunakan kata keterangan bentuk lampau, misalnya: sore kemarin, pada waktu itu, pada zaman dahulu, suatu hari, dan lainnya. 

Baca Juga: Persamaan Teks Humor dan Teks Anekdot

  • Menggunakan kata kerja lampau
  • Teks anekdot biasanya menggunakan bahasa kiasan atau gaya bahasa metafora
  • Teks anekdot diceritakan secara runtut dari awal sampai akhir. 
  • Memakai kata konjungsi atau kata penghubung
  • Memakai tanda baca yang sesuai aturan
  • Menggunakan kata sifat, kata benda, dan kata majemuk
  • Bisa dilengkapi dengan pertanyaan retorik
  • Memadukan antara fakta dan kejadian
  • Dalam teks anekdot, bissa memakai bahasa santai atau informal

Contoh teks anekdot singkat 

Setelah memahami materi teks anekdot di atas, saatnya jafarull memberikan contoh agar kamu bisa lebih paham. Berikut beberapa contoh singkat teks anekdot tentang pendidikan. 

Contoh Teks Anekdot Tentang Pendidikan Gratis

Contoh Teks Anekdot Tentang Pendidikan Gratis
Contoh Teks Anekdot Tentang Pendidikan Gratis

Abstrak pada Teks Anekdot

Pendidikan di Indonesia kini sudah dapat dijangkau hingga daerah pelosok. Bahkan sekarang ini, masyarakat yang hendak menyekolahkan anaknya tidak perlu membayar sepeserpun. Karena pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan pendidikan gratis kepada masyarakat Indonesia. 

Saat itu, Pak Tejo baru saja pulang dari sekolah untuk mengambil raport anaknya. Ia bertemu dengan tukang cilok dan pak Dedi yang kebetulan sedang beristirahat dibawah pohon dekat gerbang sekolah. 

Baca Juga: Teks Anekdot Ruang Guru

Orientasi pada Teks Anekdot

Pak Tejo: Mang, ciloknya 1 bungkus mang. 

Tukang Cilok: Oke Siap!

Pak Tejo: Loh ada pak Dedi juga di mari toh! 

Pak Dedi: iya nih pak, ngadem di sini dulu sebentar.

Tukang cilok: Ini pak! (Memberikan cilok pesanan pak Tejo).

Pak Tejo: Oke terima kasih mang. Eh pak Dedi sudah ngambil raport anaknya?

Pak Dedi: iya nih pak, baru ku ambil nih. 

Pak Tejo: waahh beruntung ya bisa diambil. Raport anakku malah tidak bisa diambil. 

Pak Dedi: Loh kok bisa begitu pak? 

Krisis pada Teks Anekdot

Tukang cilok: Pasti karena belum lunas SPP nya ya pak? (Celetuk tukang cilok).

Pak Tejo: (menatap tukang cilok, kemudian berbalik pada ke pak Dedi) Lah iya, kata gurunya belum boleh diambil karena SPP belum lunas katanya. 

Pak Dedi: Katanya pendidikan di Indonesia ini gratis ya pak, kok malah ga boleh ngambil raport kalo belum lunas SPP. 

Tukang cilok: iya pak, gratis untuk biaya masuknya. Tapi harus bayar untuk biaya ini itu, seperti SPP, seragam sekolah, LKS, dan lain-lain. 

Pak Tejo: iya bener kata mang cilok ini. Biaya pendidikan gratis cuma gratis biaya masuk atau saja. Selebihnya tetep harus ada yang perlu dibayarkan. 

Reaksi pada Teks Anekdot

Pak Dedi: lah terus wacana pendidikan gratis yang digaungkan pemerintah itu gimana? Masa pemerintah ngeprank rakyatnya! 

Pak Tejo: ah bapak ini, prank prenk prank prenk, kayak anak muda jaman sekarang saja sukanya ngeprank hehe.

Baca Juga: Teks Anekdot Menyindir Guru

Tukang cilok: ya tidak tahu pak, percuma juga kita berasumsi seperti itu. Pada akhirnya anak kita tetap butuh pendidikan kan? (menanggapi pak Dedi). 

Pak Tejo: iya memang, ya apa boleh buat. Mengeluh tak bisa, menyerah apalagi. 

Koda pada Teks Anekdot

Tiba-tiba ada seorang guru yang datang untuk membeli cilok. Mereka bertiga langsung kaget dan takut guru tersebut dengar pembicaraan mereka. 

Pak Tejo kemudian langsung buru-buru pergi karena ketakutan.

"Pak Tejo, dipanggil kepala sekolah" ucap guru tersebut.

"Saya tidak sekolah pak" Sahut pak Tejo.

Amanat pada Teks Anekdot di atas:

Amanat dari contoh teks anekdot tentang pendidikan di atas yakni pendidikan gratis ternyata bukan gratis tanpa bayar sama sekali. Tetapi gratis biaya pendaftaran atau biaya masuk. 

Selain itu dari contoh teks anekdot di atas juga mengajarkan kepada kita untuk tidak suudzon terlebih dahulu. Karena berburuk sangka merupakan perbuatan yang tidak baik. Lebih baik jika ada permasalahan dibicarakan baik-baik dengan pihak yang bersangkutan. 

Penjelasan:

Pada contoh teks anekdot tentang pendidikan di atas, bagian pertama menerangkan mengenai informasi umum terkait pendidikan gratis di Indonesia yang katanya sudah merambah ke daerah pelosok. 

Kemudian pada bagian orientasi dari contoh teks anekdot di atas, dijelaskan mengenai cerita seorang pak Tejo yang bertemu dengan tukang cilok dan Pak Dedi. Kemudian pak Tejo mengungkapkan perasaan kesalnya kepada mereka berdua. 

Bagian krisis pada contoh teks anekdot di atas, menceritakan tentang permasalahan pendidikan gratis. Pendidikan yang semestinya didapatkan secara percuma, ternyata harus bayar ini itu juga. 

Bagian reaksi dari contoh teks anekdot di atas menggambarkan mengenai reaksi dari pak Dedi. Ia kaget dan tidak percaya kalau belum lunas SPP nya, maka tidak bisa ambil raport. 

Baca Juga: Teks Anekdot Tentang Belajar Online

Bagian penyelesaian dari contoh teks anekdot di atas yakni memperlihatkan kedatangan seorang guru yang ingin mengajak pak Tejo berdiskusi dengan kepala sekolah. Tapi pak Tejo malah lari, padahal kepala sekolah mengajak untuk menemukan jalan tengah dari permasalahan SPP yang belum lunas. 

Contoh Teks Anekdot Singkat Tentang Covid-19 Beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot Singkat Tentang Covid-19 Beserta Strukturnya
Contoh Teks Anekdot Singkat Tentang Covid-19 Beserta Strukturnya

Karena saat ini, bumi kita masih terselimuti dengan virus corona atau Covid-19, sepertinya akan menarik kalau jafarull menyajikan contohnya berikut ini. 

Abstrak pada Teks Anekdot 

Pada suatu hari di sebuah negeri, terdapat wabah yang menyerang dunia. Awal kemunculannya, diberitakan orang yang terjangkit wabah tersebut bisa kejang-kejang dan jatuh sendiri seperti zombie. 

Wabah tersebut dikenal dengan nama virus Corona atau Covid-19. Kabarnya, Virus ini menyerang bagian pernapasan dan melemahkan sistem imun. 

Orientasi pada Teks Anekdot

Ucok yang kemarin dari Jakarta menyebarkan informasi ini kepada teman-temannya di kampung. Ucok mencoba menjelaskan mengenai gejala-gejala dan akibat dari Covid-19.

Ucok: Hei teman-teman, kalian sudah nonton berita belum? Ada informasi terbaru nih! 

Sugeng: informasi apaan cok, 

Krisis pada Teks Anekdot

Ucok: Di sebuah negeri, ada wabah yang menyerang. Orang-orang jadi seperti zombie ngeri deh! 

Adit: Ah yang bener kamu cok? (Tanya adit)

Baca Juga: Teks Anekdot Tentang Korupsi Bansos

Ucok: Iya bener! Bahkan katanya sudah masuk ke Indonesia. Kalo ga salah sih ada di Depok. 

Sugeng: Ciri-cirinya seperti apa cok? 

Ucok: Katanya awal mula bersin-bersin, terus demam, kemudian jadi kaya zombie. Orang-orang disuruh pake masker biar tidak tertular virus ini. 

Reaksi pada Teks Anekdot

Adit: Wahh ngeri yah, bisa kayak gitu. 

Ucok: iya mangkanya kita perlu pake masker setiap hari agar terhindar dari virus berbahaya ini. 

Tiba-tiba..

"Haaa.. Hhaaa.. Hachiii….!!!" (ucok bersin) 

Koda pada Teks Anekdot

Sugeng dan adit saling tatap-tatapan, kemudian menatap ucok dengan sinis. 

"Lariiiii…. Ucok mau jadi zombie" Mereka berdua lari terbirit-birit.

Amanat:

Pada contoh teks anekdot tentang Covid-19 di atas memiliki amanat atau pesan untuk menjaga protokol kesehatan secara ketat. Dengan menaati protokol kesehatan, maka kita bisa lebih terjaga dari bahaya virus Covid-19. 

Penjelasan: 

Pada bagian abstrak contoh teks anekdot di atas, menceritakan mengenai sebuah virus yang menyebar di sebuah negeri. Bagian abstrak teks anekdot di atas juga menyampaikan Informasi umum tentang virus Covid-19.

Kemudian pada bagian orientasi teks anekdot di atas, mulai memaparkan mengenai ucok yang menjelaskan terkait virus ini kepada teman-temannya agar agar semua teman ucok bisa tahu dan bersiap diri. 

Selanjutnya pada bagian krisi atau puncak masalah di contoh teks anekdot tentang Covid-19 di atas, menggambarkan secara detail terkait virus berbahaya ini. Mulai dari ciri-ciri, hingga tempat pertama kasus Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Teks Anekdot Tentang Pejabat

Pada bagian reaksi contoh teks anekdot di atas, menunjukkan reaksi dari teman-teman ucok. Reaksinya yakni kaget dan terkejut mengenai informasi virus covid-19.

Nah pada bagian koda atau penutup teks anekdot di atas, ucok tidak sengaja bersin. Teman-teman ucok mengira bahwa si ucok terjangkit virus Covid-19. Oleh karena itu mereka lari terbirit-birit. Padahal ucok hanya bersin biasa. 

Contoh Teks Anekdot Kesehatan Beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot Kesehatan Beserta Strukturnya
Contoh Teks Anekdot Kesehatan Beserta Strukturnya

Abstrak pada Teks Anekdot

Beberapa waktu yang lalu, cuaca tengah semrawut. Pagi hari hujan, menjelang siang terang, saat siang hari hujan turun lagi sampai malam. Cuaca yang tak menentu ini biasanya membuat seseorang mudah terkena penyakit. 

Apalagi angin yang bertiup juga lumayan kencang, jika tidak menjaga kesehatan dengan baik, bukan tak mungkin tubuh akan terserang berbagai penyakit. Seperti yang dialami oleh Bejo. Sudah tiga hari Bejo mengalami meriang. 

Orientasi pada Teks Anekdot

Bejo: maak..!! Duhh rasanya dingin banget makk..!! (Teriak Bejo yang telah memakai jaket)

Ibu Bejo: lah kamu sudah pakai jaket masa merasa dingin, ada-ada saja kamu jo.

Baca Juga: Teks Anekdot Tentang Kehidupan sehari-hari

Bejo: sumpah mak, rasanya nggak enak banget. Padahal ya sudah minum obat segala macam, tapi malah tidak manjur.

Ibu Bejo: hustt! Jangan sembarangan begitu, kamu perlu berjemur di pagi hari. 

Bejo: lah dari kemarin hujan terus gimana bisa berjemur mak? 

Ibu Bejo: oh iya yah, Hehe.. Ya sudah istirahat saja sana.

Bejo: kalo istirahat malah tambah pusing mak, tidak enak banget rasanya. Mau makan aja rasanya ga enak. Air putih saja jadi terasa pahit.

Krisis pada Teks Anekdot

Bejo: adduu.. Memang benar kata pepatah ya mak, kesehatan itu sangat penting untuk dijaga. Karena kalau sudah sakit, semua terasa tidak enak.

Ibu Bejo: lah iya, kamu si kemarin hujan-hujanan, jadi meriang begini kan!

Bejo: aduhh mama, Bejo tidak hujan-hujanan, itu kehujanan saat pulang dari rumah Joni.

Ibu Bejo: sama saja kamu basah terkena air hujan.

Bejo: ahh mama, ga ngerti amat!

Ibu Bejo: ga ngerti gimana, kalo mamamu ini ga ngerti, ga bakalan bisa merawat kamu jo! 

Bejo: maksud bejo ga ngerti bedanya kehujanan dengan hujan-hujanan mama! 

Ibu Bejo: ya intinya kena air hujan. Kalau terkena air hujan lebih baik langsung dibilas trus pake yang hangat-hangat dan minum air putih biar cepat pulih. 

Ibh Bejo: kamu kemarin malah cuma mengeringkan badan dan langsung ganti baju. Begini kan jadinya.

Reaksi pada Teks Anekdot

Bejo: iya deh ma, maaf. Bejo lupa soalnya hehe. Besok-besok bakalan nurut apa kata mama deh.

Ibu Bejo: ya sudah, mending kamu minum nih wedang jahe + sereh biar cepat sembuh. Biasanya kalau badan hangat, maka bisa cepat sembuh.

Koda pada Teks Anekdot

Tak disangka bunyi aneh muncul..

"Tiiuuuuuutttttt," hehe maaf (Bejo kentut)

Baca Juga: Teks Anekdot di Lingkungan rumah

Ibu Bejo: hii bau amat, sudah sana minggir dulu ah. 

Bejo: hehe efek wedang jahe anget ma, makasih ya

Ibu Bejo: iya iya.

Amanat

Amanat yang dapat kita ambil dari contoh teks anekdot kesehatan di atas yakni untuk senantiasa menjaga kesehatan. Karena saat sakit, semua terasa sangat tidak enak. Bahkan makanan favorit kita sekalipun tidak akan terasa enak saat kita sakit. 

Selain itu dari contoh teks anekdot tersebut juga mengingatkan agar kita selalu menyediakan payung atau jas hujan ketika bepergian ya. Jangan sampai kamu sakit gara-gara terkena air hujan. Karena kadang, air hujan bisa membuat seseorang jatuh sakit. 

Penjelasan:

Abstrak pada contoh teks anekdot kesehatan di atas menjelaskan gambaran umum mengenai cuaca yang tidak bagus. Cuaca buruk ini sering membuat seseorang menjadi sakit. 

Pada bagian orientasi contoh teks anekdot di atas, menjelaskan mengenai permulaan permasalahan. Bejo yang terkena air hujan beberapa waktu yang lalu, kini harus merasakan meriang di sekujur tubuhnya. 

Sementara pada bagian krisis contoh teks anekdot kesehatan di atas dijelaskan mengenai dampak buruk saat kita meriang, perasaan yang tidak enak, hingga penyebab Bejo menjadi sakit.

Kemudian bagian reaksi dari contoh teks anekdot di atas menggambarkan reaksi Bejo.  Bejo menunjukkan reaksi menyesal sekaligus taat pada orang tua. Ibu bejo juga memberikan solusi untuk mengatasi rasa meriang yang dialami si Bejo. 

Bagian akhir pada contoh teks anekdot kesehatan di atas, Bejo malah kentut karena efek dari wedang jahe hangat yang bisa membantu mengeluarkan angin di dalam tubuh. Sehingga suara merdu dari pantat Bejo tak bisa terhindarkan. 

Contoh Teks Anekdot Sindiran Kepada Pemerintah (Dalam Bentuk Narasi)

Contoh Teks Anekdot Sindiran Kepada Pemerintah
Contoh Teks Anekdot Sindiran Kepada Pemerintah

Abstrak pada Teks Anekdot

Pagi itu Jono menyaksikan berita di televisi terkait bantuan sosial yang dikorupsi oleh pejabat publik. Waktu itu kondisi Indonesia tengah dilanda badai pandemi Covid-19. Jono menyaksikan dengan serius tayangan berita tersebut. 

Baca Juga: Teks Anekdot Kuli dan Kiyai

Ketika informasi yang sangat penting dari berita tersebut ditayangkan, suara motor justru berdengung di telinga. "Breemmmm bremmmm breemmmm.." kurang lebih suara motor tersebut. 

Orientasi pada Teks Anekdot

Dalam hati Jono "siapa sih tuh orang, ga tau ada yang lagi nyimak berita penting ini kali ya". Jono sedikit menoleh untuk melihat orang yang menggeber motor di luar, kemudian memuaskan perhatiannya ke televisi. 

"Miris, menteri J.B melakukan korupsi bansos covid hingga 2 Milyar" demikian suara yang terdengar pada acara berita televisi tersebut. Pandangan Jono tak bisa lepas dari layar. Matanya seolah tak berkedip sama sekali. 

Krisis pada Teks Anekdot

"Buajigurr alas!!! Kok ya ada manusia dengan hati setan seperti itu! Sudah tahu rakyat Indonesia lagi kesusahan, malah bantuan dikorupsi," celetuk Jono.

Ia tampak kesal dengan pejabat tersebut, tak lupa ia juga menyeruput secangkir kopi. "aaaaahhhhhh" demikian suara saat kopi berhasil mendarat ke dalam lambung. 

Baca Juga: Apa Teks Anekdot Bersifat Nyata?

"Ini manusia kalau ga dihukum berat, berarti ada sesuatunya nih. Orang bejat seperti ini wajib mati atau diberi hukuman miskinkan seumur hidup" Jono terus mengomel.

Tiba-tiba pisang goreng yang ada di depannya terjatuh. "Sial, pisang goreng ngap-ngap malah jatuh. Pokoknya mah itu orang wajib hukum berat, tidak boleh tidak!" Jono masih ngedumel.

Reaksi pada Teks Anekdot

Jodo terdiam ketika melihat bahwa hukuman yang dijatuhi pada manusia iblis tersebut dinilai kurang pas. Joni hanya bisa mengelus dada dan berkata. 

"Ini sebenarnya yang konslet siapa ya tuhan. Kami lagi susah begini kok ya masih ada saja orang yang seperti ini" Joni terheran-heran. 

Apa boleh buat, Joni hanya masyarakat kecil biasa. Berbicara pun tidak akan didengar, mengingat dirinya hanya seorang tukang tambal ban biasa.

Pasrah mungkin menjadi jalan utama, walau menyakitkan. Semoga tuhan memberi balasan yang setimpal pada orang yang korupsi tersebut. 

Koda pada Teks Anekdot

Tak terasa pisang goreng telah habis, kopinya yang tinggal sejumput langsung diseruput dengan indah. Tak lupa ketika selesai menenggak tetesan kopi terakhir mengeluarkan bunyi "aaaaaahhhhh" Nikmat memang. 

Baca Juga: Cerita Teks Anekdot biasanya diangkat berdasarkan apa?

Joni pun bergegas untuk buka bengkel dan mulai melayani para pelanggan yang datang. Masalah korupsi Bansos Covid seakan lenyap begitu saja dari pikirannya. 

Amanat pada Teks Anekdot

Dari contoh teks anekdot sindiran kepada pemerintah kita bisa mengambil sebuah amanat yakni janganlah korupsi wahai bapak ibu pejabat. Karena korupsi akan merugikan masyarakat dan diri sendiri. Harta hasil korupsi tidak akan berkah. 

Selain itu dari contoh teks anekdot di atas mengajarkan kepada kita semua untuk memperbanyak berbuat baik kepada sesama. Ketika senyum terukir di wajah orang lain, maka akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri di dalam hati. 

Penjelasan:

Pada contoh teks anekdot sindiran di atas, bagian abstrak menjelaskan mengenai awal mula permasalahan yang berupa tontonan berita di televisi.

Contoh teks anekdot di atas untuk bagian orientasi menjelaskan mengenai berita korupsi seorang pejabat yang tidak tahu diri. Masyarakat susah malah dirinya menumpuk harta. 

Kemudian pada bagian krisis di contoh teks anekdot sindiran diatas, menceritakan mengenai Joni yang marah dan ngedumel terhadap pejabat yang berbuat korupsi tersebut. 

Baca Juga: Persamaan humor dan anekdot

Pada contoh teks anekdot di atas bagian reaksi, ditunjukkan dengan reaksi Joni terhadap hukum bagi koruptor yang dinilai tidak sesuai. Selain itu, reaksi pasrah juga tergambar dari ekspresi Joni. Ia pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa. 

Bagian terakhir atau Koda dari teks anekdot sindiran di atas, menceritakan mengenai Joni yang sudah siap buka bengkel lagi dan melupakan permasalahan bansos Covid. 

Penutup

Demikian materi tentang teks anekdot yang telah jafarull.com sampaikan. Kita telah belajar mengenai pengertian, tujuan, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, hingga contoh dengan strukturnya. Semua materi ini sudah cukup lengkap untuk dipelajari bersama.

Kamu bisa mempelajari teks anekdot tersebut di rumah agar semua ilmu bisa terserap dengan baik. Semoga apa yang jafarull sampaikan dapat bermanfaat ya. Jangan lupa share ke teman-teman kalian ok. Jangan lupa juga untuk terus belajar dan meraih impianmu.

Post a Comment for "Teks Anekdot: Pengertian, Tujuan, Struktur, Ciri-ciri, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya"