Perbedaan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan yang Harus Kamu Ketahui

Perbedaan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan
Perbedaan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan

Jafarull.com - Tahukah kamu apa Perbedaan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan? Simak ulasan Jafarull berikut ini, karena jafarull akan membahasnya secara lengkap untuk kamu semua. 

Di dalam agama Islam, terdapat beberapa alam yang akan kita lalui setelah hidup di dunia. Misalnya saja seperti alam barzah, alam kebangkitan, alam pengumpulan semua makhluk, alam untuk menghitung amal dan menimabngnya dan alam untuk pembalasan.

Alam untuk menghitung amal dan menimabngnya disebut juga dengan Yaumul Hisab atau Mizan. Kira-kira apa perbedaan dari keduanya? Siamk artikel jafarull hingga selesai ya.

Perbedaan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan

Mengutip dari berbagai sumber, jafarull merangkum beberapa perbedaan dari Hisab dan Mizan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan jafarull berikut ini.

Yaumul Hisab

Yaumul Hisab artinya perhitungan. Jadi semua amal yang pernah kita lakukan selama di dunia, akan dihitung dan dicatat untuk menentukan ganjaran yang perlu kita peroleh. 

 Perhitungan ini akan dilakukan sedetail mungkin hingga tidak ada amal yang terlewat. Karena sebesar apapun amalan buruk atau baik, akan tetap dihitung dan harus dipertanggungjawabkan. 

Ayat Al-Quran yang membahas tentang Yaumul Hisab yakni pada surat  Al Anbiya ayat 47 yang berbunyi sebagai berikut. 

 وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ

Latin: wa naḍa'ul-mawāzīnal-qisṭa liyaumil-qiyāmati fa lā tuẓlamu nafsun syai`ā, wa ing kāna miṡqāla ḥabbatim min khardalin atainā bihā, wa kafā binā ḥāsibīn

Artinya: Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.

Dari ayat di atas, kita bisa belajar bahwa Allah tidak akan mengurangi amal yang telah diperbuat serta tidak pula menambah amalan yang telah kita lakukan selama di dunai. 

Perhitungan yang dilakukan Allah akan dilaksanakan seadil-adilnya. Setelah amal telah dikumpulkan, maka selanjutnya amal tersebut ditimbang.

Yaumul Mizan

Yaumul Mizan adalah hari dimana amal kita ditimbang. Jadi setelah semua amal dihitung dan dicatat, kemudian amal tersebut akan dihitung. 

Amal manusia akan ditimbang pada hari kiamat kelak, sehingga hari itu dikenal dengan nama Yaumul Mizan. 

Saat penimbangan amal tersebut, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lantaran semua anggota tubuh akan bersaksi di hadapan Allah atas apa yang telah kita perbuat selama di dunia.

Ayat yang menjelaskan tentang Yaumul Mizan yakni terdapat pada surat Al Zalzalah ayat 7 dan 8 yang berbunyi sebagai berikut. 

 فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Latin: fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah

wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah

Artinya: "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,

dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya," (Al Zalzalah: 7-8). 

Dari ayat di atas, kita bisa tahu bahwa Allah akan menimbang amal perbuatan kita berapapun jumlahnya. 

Misalkan amal kebaikan kita hanya sebutir debu, maka tetap akan ditimbang dan dihitung. Sehingga kita mendapatkan ganjaran dari amal baik tersebut. 

Sedangkan jika kita beramal buruk atau dosa meskipun sebutir debu, amalan tersebut tetap akan ditimbang. Sehingga kita juga bisa merasakan ganjaran atas perbuatan laknat yang telah diperbuat. 

Penutup

Sekarang sudah tahu kan perbedaan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan itu apa? Semoga informasi yang Jafarull sampaikan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan ya.

Jangan lupa untuk terus belajar dan menambah ilmu. Jangan lupa juga untuk share informasi ini kepada teman-teman kalian oke.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url